Nama dia Dinda . Cewek manis yang saya kenal sejak saya duduk dikelas 1 SMP
(mungkin) dan dia kelas 6 SD . Saya nda tau bagaimana caranya kami bisa
bersahabat. Waktulah yang membawa kami menjadi seperti saat ini.
Dinda tuh adalah pendengar curhat yang baik. Kalo misalnya
lagi ada cerita, masalah, atau apapun itu , pasti yang saya lakukan adalah SMS
dia. “Dinda dimna?” kalimat andalan kalo mau ketemu. Emang sih saya adalah pemeran
utama dalam persahabatan ini, karna saya yang selalu banyak cerita ke dia dan dia
nda bisa motong cerita saya :D.
Oh ia, tau nggak , saya kadang memanggilnya dengan sebutan ‘kaka
dinda’ dan dia manggil saya tanpa menggunakan embel-embel kaka, mba , atau
apapun itu. Dia hanya cukup mengucapkan 1 kata panggilan, ‘enno’ (--“). Padaha l saya dan dia beda 3 tahun. Lucu
gak tuh ?
Banyak kejadian yang kami lewatkan, mulai dari yang lucu, horor,
sampe yang romantis (apa coba? ). Dan Alhamdulillah,
selama kami bersahabat, belum pernah sekalipun mengalami perbedaan pendapat . Itu mungkin karena kita
saling menghargai pendapat masing-masing (ce ileeeh ), tapi emang bener kok.
Tempat yang paling sering jadi tempat curhat adalah ayunan
yang ada didepan rumah dinda ,
selain itu masih ada kamarnya dinda , teras rumahku, dan pinggir jalan depan rumah
dinda.
Belum pernah ada masalah yang kita alami. Tapi ketika saya
akan kuliah diluar dan keluarga saya akan pindah. Itu menjadi hal yang paling
tidak enak, karena persahabatan ini akan terpisah oleh jarak . (sekarang aja yang jelas-jelas kita masih 1 kota sulit
banget ketemu apalagi kalo udah beda kota). Tapi tetap yakin dan percaya bahwa
perbedaan jarak dan waktu tidak akan memudarkan persahabatan kami.
Mungkin cukup sekian cerita saya tentang Dinda. lain waktu kita sambung .
I Love U Dinda :*

ecieeee.... terharu :( #hahaha :D
BalasHapus